MERBAU – Warga Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti kembali dibuat geram. Pasalnya, aliran listrik di wilayah tersebut padam dan menyala secara berulang sejak Minggu (01/11/2026) pagi hingga siang.
Ironisnya, kejadian ini bukan kali pertama. Warga menyebut gangguan serupa kerap terjadi tanpa ada kejelasan penyebab dari pihak terkait.
“Ini bukan sekali dua kali, sudah sering kali terjadi. Hari ini saja dari pagi sudah berapa kali mati hidup. Baru nyala beberapa menit, mati lagi,” ungkap warga dengan nada kesal kepada awak media ini.
Yang lebih parah, warga mengaku bingung harus mengadu ke mana. Pasalnya untuk PLN Sub Teluk Belitung disebut tidak ada Kepala Sub Bagian (Kasub) yang siaga, sementara nomor Manajer PLN Selatpanjang hanya dimiliki orang-orang tertentu. “Apakah ini terjadi karena tidak adanya pengawasan langsung oleh atasan mereka,” ujar warga mempertanyakan.
Warga menilai kondisi ini sangat merugikan. Selain aktivitas rumah tangga terganggu, warga juga harus menanggung risiko kerusakan alat elektronik akibat ketidakstabilan arus listrik.
“Kulkas, TV, mesin air, kalau begini terus yang rugi siapa? Kami warga kecil ini. Kalau rusak, PLN mau ganti? Kami ini cuma butuh listrik normal dan kepastian, bukan alasan perbaikan terus,” tegasnya.
Warga mendesak pihak PLN untuk tidak tutup mata. Mereka meminta adanya audit menyeluruh terhadap pembangkit dan jaringan listrik di wilayah Pulau Padang dan keterbukaan informasi kepada publik setiap kali terjadi gangguan.
“Jangan setiap mati, jawaban klasiknya gangguan atau pemeliharaan. Kalau memang pembangkit dan jaringan sudah tua dan tidak layak, perbaiki. Kami sebagai pelanggan juga bayar listrik, bukan gratis,” pungkas warga.
Terpisah, petugas PLN Sub Teluk Belitung yang piket hari ini, Muhamad, membenarkan adanya gangguan tersebut. Ia menyebut tercatat ada lima kali listrik mati hidup dalam rentang waktu yang tidak lama.
“Memang benar ada lima kali padam. Mati pertama karena gangguan jaringan, mati kedua karena gas drop, sedangkan mati keempat dan kelima karena lepas sinkron,” jelas Muhamad.
Ia menambahkan, untuk penyebab pasti lepas sinkron, pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci. “Untuk lepas sinkron saya kurang paham penyebab pastinya, Pak Nizar yang lebih paham menjelaskan hal itu,” pungkasnya.***
Penulis : Amiruzi
Ikuti UtusanNews.id di Channel WhatsApp
Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung melalui WhatsApp Anda.
🟢 IKUTI CHANNEL





