MERANTI – Kondisi Pelabuhan Umum Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, saat ini rusak parah, dikawatirkan telan korban. Hal ini di perparah karena diterjang angin kencang Minggu 13 September 2026 kemarin, sehingga membuat kondisinya semakin memburuk dan memperihatinkan.
Saat ini, kondisi pelabuhan umum Teluk Belitung itu dinilai tidak layak pakai karena sejumlah tiang penyangga beserta atap dermaga hampir rubuh, dikhawatirkan telan korban.
Diketahui, pelabuhan umum Teluk Belitung tersebut merupakan sebagai urat nadi masyarakat yang ingin bepergian turun naik penumpang Speedboat berangkat menuju ibukota Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Warga sangat khawatir setiap mau berangkat atau menjemput barang di pelabuhan, takut ambruk saat ada aktivitas masyarakat di sana, apalagi ketika angin bertiup kencang,” seperti kemarin sore, apa bila terlambat diperhatikan dampaknya semakin membahayakan, bisa bisa menelan korban, ucap salah seorang warga tempatan yang minta jati dirinya dirahasiakan.
Pantauan di lapangan Senin 14 September 2026, belum ada upaya dari pemerintah terkait untuk memperbaiki atas kerusakan tersebut, cuma sebatas mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di luar keberangkatan penumpang Speedboat pagi dan sore, dan dimalam harinya.
Sebelumnya, Utusannews.id telah dua kali memberitakan kondisi memprihatinkan Pelabuhan Umum Teluk Belitung yang berada di Kuala Asam. Pemberitaan pertama pada 9 Agustus 2026 menyoroti kondisi tiang penyangga atap yang hampir rubuh.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Dinas Perhubungan Kecamatan Merbau Edi Saputra SE saat dikonfirmasi melalui sambungan telfon pribadinya Selasa (15/9/2026) mengatakan, upaya kami sudah melakukan koordinasi, termasuk sama buk Camat dan pihak Dinas terkait di Kabupaten, semuanya perlu dana, buat tahun 2026 katanya sama sekali tidak bisa, terpaksa menunggu, jawabnya.
Diakuinya, kita terpaksa bersabar menunggu tahun ini tak bisa anggaran defisit, terpaksa menunggu tahun 2027 mendatang, upaya kita cuma sebatas melaporkan kondisi pelabuhan ini sudah sangat dikhawatirkan, tutur Edi Saputra.
Menurutnya, solusi mau tidak mau kami terpaksa membuat pencegahan kepada anak anak sekolah agar tidak main disana lagi, dan kepada warga juga kita himbau agar tidak beraktivitas diluar keberangkatan penumpang Speedboat pagi dan sore, termasuk di malam hari, imbuhnya.
Diakuinya, himbauan itu juga kita sampaikan kepada setiap sekolah dan Kepala desa, agar membantu mengingatkan siswa siswi, dan warga agar tidak main di pelabuhan umum Teluk Belitung saat ini, tegas Edi Saputra.
Selaku UPTD Pelabuhan Kecamatan Merbau, sebelumnya kami sudah melaporkan kerusakan tersebut pada atasan kami, namun mengingat anggaran tahun 2026 defisit, apa boleh buat kami tidak bisa berbuat banyak pak, semua butuh dana, pungkas Edi Saputra.
PENULIS : Amiruzi
Ikuti UtusanNews.id di Channel WhatsApp
Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung melalui WhatsApp Anda.
🟢 IKUTI CHANNEL





