Festival Lampu Colok dan Meriam Buluh Bakal Sambut Bulan Suci Ramadan di Siak

Siak UTUSANNEWS.ID – Tidak terasa, bulan suci Ramadan 1445 H sebentar lagi tiba. Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Ramadan karim, digelar festival lampu colok dan meriam buluh. Dua tradisi klasik masyarakat Melayu terus dilestarikan untuk memeriahkan penyambutan bulan suci Ramadan 1445 H. Kegiatan pelestarian tradisi yang kental dengan nilai-nilai keislaman ini digelar oleh Dewan Kesenian Siak (DKS). Sabtu (2/3/2024).

Ketua DKS Tengku Zulkarnain mengatakan kegiatan diselenggarakan bekerjasama dengan Pemkab Siak. Kegiatan ini juga telah sepakati saat rapat kerja DKS yang dihadiri Wakil Bupati Siak Husni Merza dan Timbalan DPH LAMR Siak Datuk Irvan Gunawan dan Sekretaris, Datuk Said Dharma Setiawan.

“Kecamatan Siak bekerjasama dengan DKS akan mengadakan festival lampu colok dan dari DKS sendiri akan mengadakan lomba meriam buluh saat mengisi bulan Ramadan dengan acara pelestarian tradisi dan budaya,” katanya.

Ia juga menyebut, DKS berkomitmen mengawal pelestarian budaya Melayu. Bahkan pihaknya akan berpartisipasi pada HUT Siak ke -25, 12 Oktober 2024 mendatang dengan mengadakan pameran foto tempo dulu.

Wakil Bupati Siak Husni Merza mengapresiasi ide dan rencana DKS. Ia mengatakan hadir dalam rapat kerja DKS sangat penting untuk menyelaraskan visi misi kabupaten dengan kegiatan DKS.

“Yang pertama saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Siak tentu bahagia dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada DKS yang saat ini sangat akif,” sebutnya.

Husni menjelaskan Siak dalam visinya akan menjadikan daerah kabupaten Siak, pusat berkebudayaan Melayu. DKS dianggap bagian integral untuk visi tersebut.

“Alhamdulillah dengan sedikit percikan tempias, Dewan Kesenian Siak sudah terbangun dari tidurnya dan terus bergerak untuk mendukung program pemerintah yang terkait dengan pengembangan kebudayaan dan seni budaya,” kata Husni.

Husni juga berharap DKS bisa mengangkat khazanah pusaka yang ada di Siak. Bahkan Husni menyampaikan ekspektasinya terhadap DKS agar merambah ke seni rancang bangunan.

“Di tahun 2045 nanti Siak ingin menjadi pusat budaya Melayu di Indonesia. Tentu ini harus didukung berbagai pihak dan unsur, salah satunya adalah Dewan Kesenian Siak ini,” Tutupnya.
Adv/Rahman.

DAPATKAN INFORMASI TERBARU

Ikuti UtusanNews.id di Channel WhatsApp

Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung melalui WhatsApp Anda.

🟢   IKUTI CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *