MERANTI – *Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung (FPMPTB) bersama Organisasi Pemuda Peduli Kelurahan Teluk Belitung, beserta Perwakilan Masyarakat Desa Se- Kecamatan Merbau, mendatangi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Melibur di kawasan Pedas, Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, pada Senin 3 Agustus 2026. Kedatangan mereka untuk menyampaikan keresahan atas pemadaman listrik yang terjadi saat ini semakin parah.
Kedatangan para ormas dan masyarakat tersebut diterima langsung oleh Site Koordinator PT Bima Golden Powerindo (BGP), Nizar ST, bersama jajarannya, dengan mendapat pengamanan dari satuan jajaran personil Polsek Merbau. Dalam pertemuan itu, masyarakat meminta penjelasan terkait penyebab pemadaman sekaligus mendesak adanya langkah konkret agar gangguan listrik tidak terus berulang kembali.
“Ketua Umum Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung Syufri SE menyampaikan, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dalam satu hari puluhan kali dengan cara mendadak sangat mengganggu dan berdampak sehingga menyebabkan kerusakan berbagai peralatan elektronik, ini menjadi membuat tidak nyamannya masyarakat konsumen pelanggan listrik tersebut, ucap Syufri.
“Masyarakat sudah cukup bersabar menghadapi kondisi seperti ini. Aktivitas masyarakat terganggu, usaha ikut terdampak, bahkan banyak peralatan elektronik yang rusak. Kedatangan kami hari ini, kami mintak penjelasan sebenarnya apa penyebab terjadinya padam secara mendadak itu, kalau memang ada gangguan di pembangkit, kami berharap masyarakat diberi informasi. Yang kami inginkan adalah solusi nyata agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” ujar tegas Syufri.
Syufri menegaskan, agar pihak PLN dapat respos tanggap cepat atas kondisi yang terjadi saat ini di Pulau Padang, khususnya Kecamatan Merbau, masyarakat sudah cukup sabar, pungkas Syufri
Menanggapi hal itu, Site Koordinator PT Bima Golden Powerindo, Nizar, ST menjelaskan bahwa pemadaman terjadi karena keterbatasan kapasitas pembangkit. Diakuinya, dari 12 unit mesin dimiliki, saat ini tiga (3) unit sedang mengalami kerusakan, masih dalam proses perbaikan, ucap Nizar.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan daya pembangkit belum mampu memenuhi kebutuhan listrik, terutama saat beban puncak. Sehingga sesekali terjadi penurunan tekanan gas (gas drop), tutur Nizar menjelaskan.
Menutup audiensi, Nizar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ia mengatakan pihaknya telah mengusulkan penambahan unit mesin baru guna meningkatkan kapasitas pembangkit sehingga pasokan daya ke PLN dapat lebih optimal, janji Nizar.
Meski memahami gangguan akibat faktor alam, masyarakat menilai persoalan utama justru terletak pada keterbatasan kapasitas mesin pembangkit yang dinilai sudah tidak layak lagi dipakai, harus diganti.
(Amiruzi)
Ikuti UtusanNews.id di Channel WhatsApp
Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung melalui WhatsApp Anda.
🟢 IKUTI CHANNEL





