JTM Jatuh ke Tanah di Merbau, Enam Desa Padam, Warga Soroti Keselamatan Jaringan

MERBAU – Dugaan Insiden lepas dan jatuhnya konstruksi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) di Bumi Asri  Desa lukit Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, pada Sabtu (19/9/2026), menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat. Pasalnya, selain menyebabkan 6 (Enam) Desa padam total, insiden tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan nyawa warga.

Diketahui, seperti diinfokan sebelumnya di grup Whatsap, 6 desa yakni Desa Pelantai, Sei Anak Kamal, Meranti Bunting, Sei Tengah, Tanjung Kulim, dan Lukit terpaksa dipadamkan akibat konstruksi JTM yang lepas jatuh ke tanah.

Kejadian tersebut memicu pertanyaan besar di kalangan warga terkait pemeliharaan dan kelayakan konstruksi jaringan listrik milik PLN ULP Selatpanjang SUB Teluk Belitung, Kecamatan Merbau.

“Kalau jatuhnya pas ada masyarakat yang lewat di bawahnya, atau di kebun, dampaknya tidak bisa dibayangkan. Ini menyangkut nyawa. JTM itu kan tegangan tinggi,” ujar salah seorang warga Merbau yang minta jati dirinya dirahasiakan saat dikonfirmasi.

Warga menilai lepasnya konstruksi JTM hingga jatuh ke tanah bukan kejadian sepele dan patut diduga adanya kelalaian dalam perawatan rutin. Apalagi konstruksi tersebut berada di area terbuka yang seharusnya dilakukan pengecekan berkala.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka. Video yang beredar menunjukkan posisi tiang dan besi penyangga sudah ambruk ke tanah di antara semak-semak.

Awak media ini mencoba menghubungi Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Selatpanjang, Roni Saputra, melalui sambungan telepon pribadinya untuk meminta penjelasan terkait penyebab robohnya Jaringan Tegangan Menengah (JTM) tersebut.

Roni menjelaskan bahwa pihaknya hingga kini belum mendapatkan informasi secara rinci terkait penyebab robohnya jaringan tersebut.

“Kami belum mendapatkan informasi secara rinci terkait penyebab jatuhnya JTM tersebut. Akan tetapi, biasanya karena ini daerah kepulauan, mungkin ada baut-baut yang berkarat. Namun, kami belum mendapatkan informasi utuh dari lapangan, apakah penyebabnya karena pohon atau faktor lainnya,” jelas Roni.

Terkait pemeliharaan rutin, Rony mengatakan pihak PLN biasanya melakukan pengecekan terhadap kondisi jaringan yang terlihat secara kasat mata, seperti penebangan atau penebasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan serta pemeriksaan terhadap tiang yang terlihat miring maupun kondisi lainnya.

“Untuk pemeliharaan rutin, biasanya kami melakukan pengecekan secara kasat mata, seperti penebasan pohon-pohon, tiang yang miring atau kondisi lainnya yang terlihat. Kalau untuk pemeliharaan tiang per tiang, kami tidak melakukannya secara rutin, kecuali sudah terlihat tanda-tanda kerusakan. Baru kami melakukan pemeliharaan, karena jaringan kita cukup panjang,” tutup Roni.

Masyarakat berharap PLN tidak hanya melakukan penormalan aliran listrik secara bertahap, tetapi juga melakukan audit dan pengecekan secara menyeluruh terhadap konstruksi JTM di wilayah Merbau.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kondisi jaringan tetap aman dan mencegah kejadian serupa terulang kembali, yang tidak hanya dapat mengganggu pasokan listrik, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Penulis: Amiruzi

DAPATKAN INFORMASI TERBARU

Ikuti UtusanNews.id di Channel WhatsApp

Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung melalui WhatsApp Anda.

🟢   IKUTI CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *