SELATPANJANG – Kasus infeksi dengue yang meliputi Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Dengue (DD) di Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat mencapai 203 kasus hingga 21 September 2026.
Berdasarkan rekapitulasi kasus dengue Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti per puskesmas, tercatat 98 kasus DBD dan 105 kasus DD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 96 kasus DBD tercatat berstatus pasien dan dua kasus meninggal dunia.
Puskesmas Alah Air menjadi wilayah dengan jumlah kasus infeksi dengue tertinggi, yakni 89 kasus, disusul Puskesmas Selatpanjang sebanyak 54 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti Ade Suhartian, SH, MM melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Widya Nengsih, SKM, mengatakan peningkatan kasus dengue umumnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan jumlah penduduk.
“Kalau untuk meningkat kasus dengue di Meranti itu biasanya didominasi lingkungan dan jumlah penduduk,” ujar Widya, Senin (21/09/2026) sore.
Ia menyebutkan, wilayah Alah Air merupakan daerah yang mendominasi jumlah kasus dengue paling banyak.
Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit dengue, Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, disertai langkah pencegahan lainnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memperkuat penerapan 3M Plus sebagai upaya pencegahan dengue, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.
Widya mengatakan pihaknya juga melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) serta sosialisasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit.
“Dalam hal ini kita menekankan agar masyarakat dapat menerapkan 3M. Untuk kita biasa kita lakukan PE dan juga sosialisasi,” jelasnya.
Terkait kondisi pasien, Widya menegaskan bahwa saat ini tidak ada pasien dengue yang sedang menjalani perawatan di RSUD.
“Saat ini tidak ada pasien yang dirawat di RSUD Kepulauan Meranti,” ungkapnya.
Untuk itu, disampaikan Widya, Dinas Kesehatan terus mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan 3M, dan mengikuti sosialisasi pencegahan dengue guna menekan penambahan kasus di wilayah Kepulauan Meranti.
Ikuti UtusanNews.id di Channel WhatsApp
Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung melalui WhatsApp Anda.
🟢 IKUTI CHANNEL





