Delapan puluh satu tahun yang silam
Lima butir mutiara masih terpendam
Dengan mengucapkan salam
Dalam kesenyapan malam
Di Ende kau renungkan nilai luhur paling dalam
Kau gali Pancasila cahaya peradaban
Dibalik gelapnya pengasingan
Dalam kejernihan hati dan pikiran
Putra Sang Fajar menerima pencerahan
Di bawah pohon sukun
Sudah saatnya lahir bintang penuntun
Lima sila pandangan hidup bangsa
Fondasi untuk Indonesia Merdeka
Pancasila cahaya peradaban dunia
Lima sila yang harus dijalankan
Tak hanya dijadikan hafalan
Tak hanya menjadi bahan tebak-tebakan
Tak hanya dipajang sebagai hiasan kantoran
Tak hanya menjadi logo di dada ketika perayaan
Pancasila menyinari peradaban
Mempersatukan keberagaman
Merupakan landasan kebangsaan
Pancasila hakekat persatuan
Tuntunan bagi karakter ke-Indonesiaan
Pedoman untuk tata kelola peradaban
Mencapai kesejahteraan yang berkeadilan
Pancasila untuk kemajuan
Ketika Pancasila mulai dilupakan
Politik untuk kelanggengan kekuasaan
Kedaulatan rakyat kau gadaikan
Kebersamaan kau campakkan
Ketuhanan hanya menjadi slogan
Korupsi tetap subur bagai cendawan
Penjajahan merasuk dalam pikiran
Penindasan beriring dengan kekuasaan
Keadilan hanya dalam impian
Bagai pungguk merindukan bulan
Persatuan kau beli dengan sekantong bantuan
Kau sapa asing sebagai ndoro tuan
Kau elu-elukan di panggung jalanan
Etika moral menjadi barang mewah
Peradaban dibangun dengan sumpah serapah
Silaturahmi kau hiasi dengan fitnah
Tak penting yang namanya musyawarah
Kepercayaan dijalankan tanpa amanah
Budi pekerti kau buang di tempat sampah
Preman dan begal kau jadikan anak buah
Ketika rakyat berkeluh kesah
Memandang tanah yang sudah berubah
Menjadi jalan dan gedung mewah
Hotel, restoran, hiburan dan rumah mewah
Ketika kesempatan bekerja tak mudah
Bekerja keras tak kenal lelah
Rakyat hanya berharap akan hadiah
Bantuan sosial pemerintah
Sementara tetangga sebelah
Berjalan dengan kepala tengadah
Memamerkan rumah dan mobil mewah
Walau hasil pekerjaan tukang tadah
Rasa malu tenggelam dalam kesombongan
Uang menjadi alat kekuasaan
Kejujuran kalah dengan kebohongan
Kemaslahatan tersingkir karena keserakahan
Tidak ada kata terlambat
Masih ada waktu untuk bertobat
Memohon ampun akan perbuatan maksiat
Berjalan lurus bersama rakyat
Menjaga kehormatan dan martabat
Merawat kepercayaan selama hayat
Bersama seluruh rakyat
Membangun untuk seluruh umat
Lima butir mutiara Pancasila
Bintang penuntun untuk Nusantara
Pedoman bagi bahtera Indonesia
Landasan dan falsafah hidup bangsa
Membangun di seberang jembatan emas
Delapan puluh satu tahun lamanya
Kau gali butir-butir budaya
Dari Ende untuk dunia
Pancasila cahaya peradaban dunia
Memperingati Hari Lahirnya Pancasila
Karang Tengah, Tangerang, 1 Juni 2026
PWMJ-01062026
Ikuti UtusanNews.id di Channel WhatsApp
Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung melalui WhatsApp Anda.
🟢 IKUTI CHANNEL











