Serangan penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus bukan sekadar tindak kriminal biasa. Peristiwa ini adalah alarm keras bagi kualitas demokrasi dan keamanan ruang sipil di Indonesia. Ketika seorang aktivis yang vokal dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat menjadi korban kekerasan brutal, maka yang diserang bukan hanya individu, tetapi juga hak publik untuk bersuara dan mengkritik kekuasaan.
Sebagai Wakil Koordinator di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus dikenal aktif mengadvokasi berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia dan isu kekerasan negara. Karena itu, serangan terhadap dirinya tidak bisa dilihat semata sebagai insiden kriminal biasa. Publik berhak mempertanyakan apakah ada motif intimidasi terhadap kerja-kerja advokasi yang selama ini ia lakukan.
Dalam situasi seperti ini, tanggung jawab terbesar berada di tangan aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kepolisian harus bergerak cepat, transparan, dan profesional untuk mengungkap siapa pelaku di balik serangan ini serta apa motif sebenarnya.
Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa kasus kekerasan terhadap aktivis sering kali berlarut-larut tanpa kejelasan. Jika hal itu kembali terjadi, dampaknya tidak hanya merugikan korban, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Oleh karena itu, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan kepolisian:
Pertama, membentuk tim investigasi khusus yang bekerja secara serius dan independen untuk mengungkap pelaku serta jaringan di balik serangan ini.
Kedua, membuka proses penyelidikan secara transparan kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi atau kecurigaan.
Ketiga, memastikan perlindungan bagi korban dan para aktivis yang mungkin menghadapi ancaman serupa.
Pengusutan tuntas terhadap kasus ini bukan hanya soal menegakkan hukum, tetapi juga soal menjaga pesan penting bagi masyarakat: bahwa negara tidak akan mentoleransi teror terhadap aktivis dan pembela hak asasi manusia.
Jika pelaku kekerasan terhadap aktivis dibiarkan bebas tanpa pertanggungjawaban hukum, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keadilan bagi Andrie Yunus, tetapi juga masa depan kebebasan sipil di Indonesia.
Negara harus membuktikan bahwa hukum berdiri di atas kepentingan apa pun. Dan cara paling nyata untuk membuktikannya adalah dengan memastikan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus diusut sampai ke akar-akarnya—tanpa kompromi dan tanpa perlindungan terhadap siapa pun yang terlibat.
*Sayed Junaidi Rizaldi
Ketua Umum Gerakan Indonesia Gemilang
Ikuti UtusanNews.id di Channel WhatsApp
Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung melalui WhatsApp Anda.
🟢 IKUTI CHANNEL











