Kabut Asap Picu Gangguan Kesehatan, Dinkes Meranti Imbau Warga Waspada ISPA

MERANTI – Kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Sejumlah keluhan yang dapat muncul akibat paparan asap di antaranya batuk-batuk, demam, mata merah hingga gangguan saluran pernapasan akut atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, SH, MM, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Widya Nengsih, SKM, mengatakan terdapat peningkatan kasus gangguan kesehatan, meskipun belum terlalu signifikan.

“Kalau untuk dampak pasti ada, seperti demam, batuk-batuk hingga mata merah. Untuk jumlah kasus memang ada peningkatan, tetapi tidak terlalu signifikan, tidak sampai dua kali lipat,” ujar Widya saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan, anak-anak dan lanjut usia (lansia) menjadi kelompok yang paling rentan terdampak kabut asap. Paparan asap dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko ISPA.

Berdasarkan Grafik harian ISPA Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti pada Bulan Oktober 2026, jumlah kasus terendah terjadi pada tanggal 1 Oktober dengan 15 kasus. Namun kasus naik tajam pada hari berikutnya.

Lonjakan signifikan terjadi pada tanggal 2 Oktober dengan 49 kasus, dan mencapai puncaknya pada tanggal 5 Oktober dengan 95 kasus dalam satu hari.

Setelah puncak tersebut, kasus cenderung menurun namun masih di angka tinggi, tanggal 6: 55 kasus, tanggal 7: 65 kasus, tanggal 8: 52 kasus, Tanggal 9: 56 kasus, tanggal 10: 37 kasus. Secara total, dalam periode 1-10 Oktober (data tanggal 3 dan 4 belum tercatat) terdapat 424 kasus ISPA

Widya menyebutkan, pihaknya juga mencatat adanya peningkatan kunjungan pasien ke sejumlah puskesmas. Salah satu puskesmas dengan kunjungan pasien yang cukup banyak berada di Kecamatan Tebing Tinggi.

Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Upaya tersebut di antaranya melalui pemberian masker, bahkan sebelum kabut asap mencapai puncaknya.

Pihaknya juga terus menyampaikan imbauan kepada puskesmas maupun masyarakat agar melakukan langkah-langkah pencegahan dan menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung.

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala gangguan kesehatan, terutama batuk dan gangguan pernapasan, agar segera mendatangi klinik atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

“Kalau sudah ada gejala, masyarakat bisa pergi ke klinik atau puskesmas terdekat,” imbaunya.

Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti berharap masyarakat tetap waspada terhadap dampak kabut asap, khususnya anak-anak dan lansia yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.

DAPATKAN INFORMASI TERBARU

Ikuti UtusanNews.id di Channel WhatsApp

Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung melalui WhatsApp Anda.

🟢   IKUTI CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *